Bacaan santai sambil ngopi lebih mantap

8/29/2016

Arti di balik nama Mukidi


Mukidi ( موكدي ) asalnya dari madli wakada (  وكد) dengan wazan fa'ala (  فعل). Kemudian dianutkan wazan af'ala (افعل ) jadi ( اوكد ). Bentuk failnya muf-ilun ( مفعل ) mukidun ( موكد ) kemudian dipasang ya nisbat jadilah mukidi ( موكدي )

Adapun maknanya adalah orang yg mengukuhkan,  org yg menyengaja, org yg menyingsetkan, org yg menyengaja dlsb, org yg menguatkan himmah dlllllll.

Atau dari waqoda -- muqidun (  وقد - اوقد - موقد ) orang jawa membaca huruf q dengan k. Artinya yang menyalakan.

Atau dari kata: وحد, Orang jawa mengatakan واحدي jadi wakidi ,
MUKIDI asalnya موحدي artinya orang yg menyendiri alias JOMBLO"

Cerita Mukidi : Pegang Pantat Istri


Seorang dokter yg sering berantem sama istrinya bingung, kenapa istrinya marah-marah mlulu, serba salah dibaikin marah, dibecandain marah, apalagi dimarahin.... ngamuk dehhh..
Pak dokter iri lihat supirnya...si Mukidi rukun bgt dan mesra sama istrinya,
Sekali waktu dia curhat sama si Mukidi.
Dokter : "Di...kamu rukun banget sama istrimu....gak kayak saya..kamu lihat ndiri gak ada hari yg gak ribut kami....apa sih rahasianya...".
Mukidi:...."Kami sih biasa2 aja Pak Dokter...hanya saja sy sering membuat kejutan2 kecil ......"
 
Dokter : "Kejutan kecil gimana.....?"
Mukidi : "Seperti tiba2 kita pukul pantatnya dari belakang....secara diam2..."

Hari itu pak dokter sengaja pulang lebih awal....sampai rmh ternyata istrinya lagi masak di dapur....
Sambil diam2 Pak Dokter masuk dapur dan memukul pantat istrinya dari belakang

Tanpa menoleh ke belakang bu dokter teriak : "Mukidiiiiiiiiiiii...nakal kamu yahhh..."


Baca cerita selanjutnya -->

Cerita Mukidi : Dasar Setan Gila !


_*MUKIDI TELAH WAFAT*_

Suatu malam arwah Mukidi datang kerumah istrinya ;

Arwah Mukidi : TOK TOK TOK…

Istri : siapa diluar?

Arwah Mukidi : nih suami mu.

Istri : kok balik lagi kan udah mati.

Arwah Mukudi : aku mau bicara.

Istri : ga ah takut kan udah mati.

Arwah Mukudu : serius ini penting.

Istri : kalo udah mati, mati aja jangan ganggu aku lagi.

Arwah Mukidi : aku mau bicara biarpun cuma 1 menit .

Istri : (sambil buka pintu) mau bilang apa sih ?

Arwah Mukidi : CIYE CIYE CIYE JANDA NI’YEE…
ISTRI : DASAR SETAN GILA!!,,,,,

Mukidi meninggal di Arab


*Kabar terakhir sebelumnya, Mukidi sdh mati di arab*
Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya ia juga ikut tour naik onta. Tapi onta di Arab tidak seperti onta di Indonesia, ketika Mukidi bilang :
"Duduk" onta langsung duduk.

Namun lain kejadiannya, onta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang :
"Duduk, sit..sit, jongkok, sang onta tetap berdiri, dan akibatnya mukidi tidak bisa naik.

Pawang Onta (PO) : "Bilang Assalamualaikum, baru onta duduk"

Mukidi : "Asalamualaikum" langsung onta duduk, Mukidi naik, onta langsung berdiri lagi..

Mukidi : "Jalan.. jalan.." onta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, onta tetap tidak mau jalan.

PO :"Bilang Bismillah " 

Mukidi : "Bismillah"

Onta jalan, Mukidi senang jalan naik onta dengan Pawang Onta berjalan di sampingnya.
Tak lama kemudian Mukidi bertanya : 
"Pawang.. gimana cara nyuruh ontanya lari ya?"

PO : "Bilang aja Alhamdulilah"

Mukidi : "Alhamdulilah" ... dan ontapun berlari. 

Mukidi senang sekali, saking senangnya Mukidi bilang lagi "Alhamdulilah..",
dan si onta berlari tambah kencang, dan si Pawang Onta makin ketinggalan.

Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Onta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti ....
Dari jauh PO berteriak :"Kalo mau berhenti bilang Innalillahi.."
Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar..
Dan si onta terus berlari dengan kencang... sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yg sangat dalam.
Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta :
"Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!"
Onta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata.

"Mati gue!"... kata Mukidi, tahu dia akan jatuh kejurang & mati.
Dalam kepanikannya dia berteriak :
"Innalillahi..!!" sambil memejamkan mata pasrah...

Ciuuuuut onta berhenti,,,
dan ketika Mukidi membuka mata....
dia melihat persis di tepi jurang... Saking senangnya tidak jadi mati  Mukidi berteriak : "Alhamdullilah!
PLUNG!!! .....
tamat. 

Cerita Mukidi : Pasti Gajah


Pada suatu hari di sebuah kelas.,

Guru : "Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?".
Dengan cepat Mukidi berdiri dan menjawab : "Gajah, Pak guru !" 

Guru :"Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf 'D' ?"

Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri dan menjawab :"Dua gajah, Pak Guru..."
Murid-murid tertawa, guru merasa kesal sama Mukidi

Guru :"Mukidi, kamu berdiri di pojok sana ! Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf "M"?  
Semua murid diam. 

Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang : "Mungkin Gajah..."
Guru :"Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !"  

Mukidi keluar dengan wajah sedih. Guru melanjutkan.

Guru :"Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf "J"?
Guru menunggu jawaban, tapi semua diam. 

Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas : "Jangan-jangan Gajah"
Saking kesalnya, Pak Guru menyuruh Mukidi pulang....

Akhirnya guru lega dan kembali ke kelas.

Guru : "Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?"
Sekali lagi semua murid terdiam. 

Tiba-tiba HP pak Guru berdering.

Guru : "Ya hallo..."
HP : 'Maaf pak saya Mukidi,  jawabannya, Pasti Gajah"
Guru : Mukidiiiiiii..........!!!!!!!!

Baca cerita selanjutnya -->

Cerita Mukidi : SALAH SAMBUNG


Ketika waktu istirahat, Mukidi memasuki kantin karyawan di pabriknya pada hari pertama dia bekerja di perusahaan itu. Gadis pelayan kantin menyambutnya dengan ramah: “Selamat siang mas Wakijan, mau makan apa?” Mukidi kaget atas sambutan akrab tadi walaupun dia kaget karena dipanggil sebagai Wakijan.

Tadinya dia mau menjelaskan nama sebenarnya, namun karena pengunjung makin bertambah dan pelayan makin sibuk maka dia diam saja : “What is in a name?” pikirnya.

Mukidi memilih menu, lalu menunggu pesanannya.Makan siang berikutnya demikian pula, kembali si mbak pelayan melayaninya dengan akrab dan masih tetap memanggilnya Wakijan.

Hari berikutnya masih begitu, dan dia berusaha mendiamkan kekeliruan ini berlangsung terus, sampai sebulan kemudian karena merasa tidak tahan dengan kelirumologi itu, suatu kali makan siang dia sengaja tidak buru-buru kembali ke kantor dan mengajak bicara si mbak pelayan yang sok akrab itu.

“Mbak, dengarkan baik-baik ya, nama saya Mukidi bukan Wakijan!” Mukidi menjelaskan dengan mantap, “ingat ya, Mukidi..” sementara si mbak hanya senyam-senyum saja.          

Keesokan harinya ketika istirahat makan siang si mbak kantin berlari-lari menyambutnya lebih semangat dari hari-hari sebelumnya: “Mas Wakijan….mas Wakijan…ke sini deh saya bilangin..” si mbak menggandengnya dan menarik kursi duduk berhadapan, lalu: “Mas Wakijan percaya nggak, kemarin ada orang miriiiip sekali sama mas Wakijan. Namanya Mukidi!”Mukidi hampir pingsan…

Baca cerita selanjutnya-->

MARKONAH ISTRI MUKIDI MASIH PERAWAN


Istri MUKIDI bernama MARKONAH. Dia pergi ke dokter kandungan utk periksa.

Waktu dokter mau periksa bagian dalam, terjadi percakapan :

Markonah: “Hati-hati periksanya ya Dok, saya masih perawan lho…”

Dokter: “Lho… katanya ibu sudah kawin-cerai 3x, mana bisa masih perawan…?? ”

Markonah: “Gini lho Dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten…...!!”
Dokter: “Oh begitu… tapi suami ibu yang kedua tidak impoten kan....?”

Markonah: “Betul Dok, cuma dia Gay, jadi saya tidak pernah di-apa2in sama dia…”

Dokter: “Lalu suami ibu yang ketiga si Mukidi tidak impoten dan bukan gay kan....?”
Markonah: “Betul Dok, tapi ternyata dia itu orang partai…”

Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu…??”

Markonah: “Dia? cuma janji-janji saja Dok, tidak pernah ada realisasinya..... Jadi cuma di contreng aja.. gak di coblos......!!!

Baca cerita selanjutnya-->

Cerita Mukidi : PEROKOK BERAT


Cerita ini bermula saat Ada seorang “perokok alias Mukidi” dan seorang “bukan perokok” duduk bersebelahan di dalam bus.
Mukidi mengeluarkan sebungkus rokok dari kantung celananya bermaksud untuk menawarkan kepada orang sebelahnya,

Mukidi : Mau rokok mas?

Bukan Perokok : oooh tidak, terimakasih.

Si “bukan perokok” penasaran dan bermaksud ingin memberi arahan kepada Mukidi supaya tidak merokok, lantas mulailah si “bukan perokok” mengawali pembicaraan.

Bukan Perokok : Sehari habis berapa batang rokok mas?

Mukidi : Biasanya sih 2 bungkus.

Bukan Perokok : sebungkus harganya berapa mas?

Mukidi : 10.000

Bukan Perokok : Mas udah berapa taun ngerokok?

Mukidi : 20 taon
Bukan Perokok : Begini saya kasih gambaran, 1 bungkus harganya 10 rebu, satu hari mas habis 2 bungkus, jadi 20.000. kalo satu bulan jadi 20.000 x 30 = 600.000. jadii kalo satu taon berarti 600.000 x 12 = 7.200.000, kalo anda udah 20 taun ngerokok berarti 7.200.000 x 20 = 144.000.000, wahh... seharusnya kalo mas gak merokok bisa beli mobil tuh!

Mukidi : saya juga kasih gambaran mas ya

Bukan Perokok : silahkan...

Mukidi : anda perokok atau tidak?

Bukan Perokok : tidak

Mukidi : LAH? NAPE LO NAIK BUS? MOBIL LO MANA???
Tambah lagi
Mukidi : Ente tidak merokok kok ya tidak bisa beli mobil...

Baca cerita selanjutnya-->

8/28/2016

Cerita Mukidi : MAU MASUK TENTARA


Bu Guru bertanya: "Anak- anak... Siapa yg mau masuk surga..?"
Serempak Anak-anak menjawab "Sayaaaa..!"
Mukidi yang duduk di belakang diam saja..

Bu Guru bertanya lagi: "Siapa yang mau masuk neraka..??"
Anak-anak: "Tidak mauuuu....!!!"
Mukidi tetap diam saja.

Bu guru mendekat: "Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka...?
Mukidi: "Tidak kedua-duanya Bu Guru..."

Bu Guru: "Kenapa..?"
Mukidi: "Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, _Mukidi... Apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA...
 
Baca cerita selanjutnya-->

Cerita Mukidi : TOLAK BERTANGGUNG JAWAB


Mukidi punya kebiasaan jelek, yaitu suka ngintip orang yg sedang pacaran. Tempat favoritnya utk mengintip adalah di atas pohon, dmn di bawahnya sering digunakan utk pacaran.

Seperti biasanya, malam itu, Mukidi udah stand by di atas pohon untuk mengintip. Dan benar aja, tak berapa lama, datang pasangan Kipot dan Nora.

Karena dianggap sepi dan aman Kipot dan Nora akhirnya ihuk-ihuk.

Mukidi benar2 menikmatinya
setelah selesai mrk bercakap2 :

Nora : koh..aku takut hamil

Kipot : gak mungkin hamil, kan baru sekali ini...
Nora : tapi kata temenku bisa koh, gimana dong

Kipot : kalo bener hamil, yach..kita serahkan aja sama yang DI ATAS

Tiba2 Mukidi turun dari pohon dan marah2
" ENAK AJA LU, GUA CUMA NONTON, LU MINTA GUA TANGGUNG JAWAB, GAK BISAA..!!!! "

Baca cerita selanjutnya -->

Kumpulan Cerita Mukidi Bikin Nyengir


Belakangan ini kita dihebohkan dengan cerita cerita Mukidi yang khas dengan kebanyolannya, cerita tersebut beredar viral di WA pasti kalian juga ikut nyengir kala membaca setiap cerita mukidi, pada blog ini kami akan menghimpun cerita mukidi tersebut let\s check it out :

SALAH PESAN AYAM

Dalam keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnmya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.

"Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.

Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.

"AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"

Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silahkan! siapa takut?"

Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya...

Hahahaha...
Hidup Lik Mukidi !!!

Baca cerita selanjutnya -->